25 tahun yang lalu hari ini
Serangan 11 September terhadap Amerika Serikat
Pada pagi hari tanggal 11 September 2001, sembilan belas teroris al-Qaeda membajak empat pesawat komersial, menabrakkan dua di antaranya ke Menara Kembar World Trade Center di New York City, satu ke Pentagon di Virginia, dan yang keempat ke sebuah ladang dekat Shanksville, Pennsylvania, setelah para penumpang melawan balik para pembajak. Hampir 3.000 orang tewas dalam serangan teroris paling mematikan dalam sejarah, memicu transformasi mendasar dalam politik global, keamanan, dan hubungan antara Amerika Serikat dan dunia Muslim. Presiden George W. Bush mendeklarasikan Perang Melawan Teror yang menyeret pasukan Amerika ke Afghanistan dan kemudian Irak selama beberapa dekade. Serangan ini mengubah keamanan bandara, praktik intelijen, dan perdebatan kebebasan sipil di seluruh dunia, dan gaungnya terus membentuk geopolitik seperempat abad kemudian.
O. Henry
Penulis cerpen Amerika
William Sydney Porter, yang dikenal dengan nama pena O. Henry, adalah salah satu penulis cerpen paling produktif dan dicintai di Amerika, dikenal karena kecerdasan sarkastiknya dan akhir cerita yang mengejutkan sebagai ciri khasnya. Cerita-ceritanya, yang berlatar di kalangan warga New York biasa, imigran, dan kelas pekerja Amerika, mendefinisikan cerpen Amerika pada pergantian abad kedua puluh. "The Gift of the Magi" tetap menjadi salah satu cerpen paling banyak dibaca dalam bahasa Inggris.
D. H. Lawrence
Novelis dan penyair Inggris
D. H. Lawrence adalah salah satu tokoh sastra paling kontroversial di awal abad kedua puluh, yang novel-novelnya Sons and Lovers, Women in Love, dan Lady Chatterley's Lover mengeksplorasi kelas, seksualitas, dan modernitas dengan keterusterangan yang tanpa kompromi. Lady Chatterley's Lover dilarang di Inggris dan Amerika Serikat selama beberapa dekade, dan sidang kecabulannya pada tahun 1960 menandai momen penting dalam kebebasan sastra.
Theodor Adorno
Filsuf dan sosiolog Jerman
Adorno adalah tokoh terkemuka Frankfurt School dalam teori kritis, yang karya-karyanya mengkaji industri budaya, otoritarianisme, dan potensi kelam Pencerahan. Dialectic of Enlightenment karyanya, ditulis bersama Max Horkheimer, tetap menjadi salah satu teks paling berpengaruh dalam filsafat modern.
Pertempuran Hutan Teutoburg
Para pejuang Jermanik di bawah pimpinan Arminius menyergap dan memusnahkan tiga legiun Romawi yang dipimpin Publius Quinctilius Varus di hutan-hutan Germania, salah satu bencana militer terbesar Roma. Kekalahan ini secara efektif menghentikan ekspansi Romawi ke Eropa utara dan menjadikan Sungai Rhine sebagai batas permanen kekaisaran.
Pertempuran Jembatan Stirling: William Wallace Kalahkan Inggris
Pasukan Skotlandia di bawah William Wallace dan Andrew de Moray menghancurkan pasukan Inggris yang jauh lebih besar di Jembatan Stirling, salah satu kejutan terbesar dalam peperangan abad pertengahan. Kemenangan ini menjadikan Wallace pahlawan nasional dan memberi Skotlandia bertahun-tahun perlawanan berkelanjutan terhadap dominasi Inggris.
Henry Hudson Tiba di Pulau Manhattan
Penjelajah Henry Hudson, berlayar untuk Perusahaan Hindia Timur Belanda, tiba di ujung selatan Pulau Manhattan saat mencari jalur barat laut menuju Asia. Laporannya tentang sungai yang dapat dilayari dan tanah subur di wilayah itu langsung memicu kolonisasi Belanda dan pendirian New Amsterdam, yang kelak menjadi Kota New York.
Konferensi Perdamaian Staten Island Gagal
Laksamana Inggris Richard Howe bertemu dengan delegasi Amerika termasuk Benjamin Franklin dan John Adams di Staten Island dalam upaya terakhir untuk merundingkan perdamaian dan mengakhiri Perang Revolusi. Konferensi itu gagal ketika Inggris menolak mengakui kemerdekaan Amerika, memastikan perang akan terus berlanjut.
Salvador Allende Wafat saat Pemerintahan Chili Digulingkan
Presiden Chili Salvador Allende wafat selama kudeta militer yang didukung CIA yang membawa Jenderal Augusto Pinochet berkuasa. Allende adalah kepala negara Marxis terpilih secara demokratis pertama di dunia; penggulingannya menjadi momen penentu intervensi Perang Dingin di Amerika Latin.
HistorIQly Chat
Tanyakan pada para tokoh sejarah tentang hari ini
Selami lebih dalam — ajukan pertanyaan, uji asumsi, dengar ceritanya dari sudut pandang mereka sendiri. Didukung oleh AI, berlandaskan sejarah.
Mulai percakapan →Muhammad Ali Jinnah
Pendiri dan Gubernur Jenderal pertama Pakistan
Jinnah, yang dihormati di Pakistan sebagai Quaid-e-Azam ("Pemimpin Besar"), wafat karena tuberkulosis dan kanker paru-paru hanya sekitar setahun setelah memimpin pembentukan negara Pakistan pada tahun 1947. Ia adalah pemimpin utama Liga Muslim All-India dan kekuatan pendorong di balik pemisahan India Britania.
Nikita Khrushchev
Sekretaris Pertama Partai Komunis Uni Soviet
Nikita Khrushchev, yang memimpin Uni Soviet melalui tahun-tahun paling berbahaya di era Perang Dingin termasuk Krisis Rudal Kuba dan mengecam kultus kepribadian Stalin, wafat di Moskow akibat serangan jantung. Ia telah disingkirkan dari kekuasaan pada tahun 1964 dan menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dalam kesunyian.
Salvador Allende
Presiden Chili
Allende wafat selama kudeta militer yang menggulingkan pemerintahan sosialisnya yang terpilih secara demokratis. Apakah ia dibunuh atau meninggal karena bunuh diri di Istana Kepresidenan masih menjadi perdebatan sejarah. Kematiannya melambangkan penindasan kekerasan terhadap sosialisme demokratis selama Perang Dingin.
Tokoh dan peristiwa di atas hanyalah permulaan. Selami lebih dalam sejarah dengan koleksi lengkap HistorIQly.
Temukan Harimu
Apa yang terjadi pada hari ulang tahunmu?
Setiap tanggal dalam sejarah menyimpan ceritanya sendiri. Temukan peristiwa, ulang tahun, dan titik balik yang berbagi hari denganmu.